Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Al- ghozali sang pahlawan intuisionisme

 
Oleh :Khozinul Asror S.H

 AL-GHOZALI SANG PAHLWAN INTUISIONISME

Bermula dari masa ke masa dan fasec ke fase ,  kerap mengguncang peradapan standar dunia, karna goncangan deras yaqng diberikan atas efek pola tindak serta pola fikir yang bisa dianggap suatu yang fallacy dalam kehidupan.karna keduanya merupakan stigma yang mulanya harus bersamaan . dan jika dipisahkan pun akan sangat fatal sekali efeknya .baik dalam proses menempuh perjalanan ataupun ketika ingin memulai tahapan langkah untuk berkelanjuitan .

Untuk menghindari yang demiklian, maka hadirlah sosok yang menjadi penyeimbang antara keduanya . yakni aka l(rasio)  dan hati (iman) .  yang mana dua media ini menampung kesinergian yang kerap kali sulit untuk disatukan . mungkin karena memang berbedanya fungsi atau karena jangkauan yang berbeda . darisitulah hadir berbagai tokoh yang berusaha memadukan dua perbedaan  demi mencapai keputusan yang arif (bijaksana). Diantaranya Al-imam ghozali , yang mana satu tokoh ini, sudah tidak asing lagi dikenal sebagai sosok jenius yang hadirnya bisa dikatakan suatu keajaban bagi dunia,. Salah satu plagiat umggulnya ialah : 

Menyatukan konteks keselarasan rasio dan iman (Fiqh dan tasawwuf ).

Membuahkan karya yang mendunia sehinga namanya pun tidak asing dalam dunia sufi ( kitab ihya, ulumuddin. )

Sosok karismatik dan cerdik dalam menghadapi peradapan ( klasik ataupun modern ).

Menjadi madzhab sufisme khususnya dalam Ahlu- sunnah wal jamaah. 


Dan itupun bernjaga  dari berbagai historinya , baik dalam dunia fiqh atau tasawwuf , tapi kemasyhuran lebih berperan dalam ranah negri sufisme ( tasawwuf ). Tokoh ini memberdayakan rasa (iaman), sebagai puncak tahkiki. Hal itu, bisa ditemukan dari argument – argumenya.  yang mana , alghozali ini , ketika dimasanya . sempat ditertawakan oleh orang orang yang berusaha melemahkan argumenya . tapi sudah terbukti hingga saat ini, bahwa hasil yang diperoleh dari berbagai usaha kini sudah  terasa manisnya , meskipun pada tahap proses yang ia lewati sangat menyakitkan dan miris diabaikan  (secara lahiriyah ).

Posting Komentar untuk "Al- ghozali sang pahlawan intuisionisme"