Bisikan demokrasi
BISIKAN DEMOKRASI
Oleh : Khozinul Asror
Menilik dinamika yang terjadi di Negara kita, khususnya Indonesia . dimana pembersatuan kata demokratis kini menjadi sungkil badan yang seolah olah latar belakang yang semacam ini tidak pernah hentinya diperbincangkan dan selalu menjadi sorot problematika public. Sehingga satu persatu kalangan bawah hinga menegahpun ( rakyat), kini menjadi jenuh dan resah . sehingga segala aspek najispun keluar dari circahan kata demi kata . dan yang lebih sadisnya lagi, kini ! umbaran media kadang menjadi manipulasi filter sehingga rakyat tidak lagi tahu untuk membedakan , mana itu gelap dan mana pula itu terang. Sudah wajar bukan ! jika saat ini, kita katakan bahwa keresahan berkomunitas sebagai negri penindasan . dan sepertinya kata pembersatuan kini hanya tinggal menjadi angan . dan dapat pula kita katakan, pola tindak rakyat saat ini, terobsesi atas dasar kemarahan. Sehingga dengan panasnya, mereka kepalkan tangan ! kemudian berteriak seraya berkata “mari renggut kedzoliman ‘’ . dan itupun disuarakan dengan tebaran yang sangat gemuruh dengan mengatas namakan ‘’agama ‘’, bisa kita katakan, hal demikian itu sangatlah baik tapi cakupan kata baik itu hanya tersalur pada lintas golongan (agama) saja . lantas bagaimana dengan kata ‘’bhineka tunggal ika “yang mana hal itu sudah menjawantah menjadi semboyan . tidak mungkin pastinya , jika golongan kita kedepankan untuk mencapai kata demokrasi . dan otoriter pula jika kebijakan hanya diambil dari satu tangan. Bukankah ini suatu kekejaman ?....................
lantas bagaimana gerangan ! upaya yang harus dilakukan untuk mencapai kebijakan (kesepakatan setara antara dua belah pihak).
Sehingga upaya tumpuh –numpuh menjadi latar belakang yang memang sengaja kita pluralkan . dengan tujuan, pemberosotan di berbagai kalangan terus memudar. Dan syukur-syukur jika hal itu dapat diminimalisir sehingga mengalami peningkatan daya yang lumayan.Pada zaman yang bisa dikatakan membuai dewasa ini. Aspek kultural yang sifatnya individual, sebaiknya ! mulai dikurangi. Karna bisa dikatakan juga, cemooh berkepanjangan akan semakin erat. Dan ditakutkan lagi, aspek penindasan atas kaum atau sebuah golongan akan terus menggelombak ke-berbagai penjuru. Sehingga kaum muda, tidak betah lagi duduk diwarung kopi, dikarenakan resah dengan kehebohon yang sebenarnya tidak terlalu relevan untuk dijadikan permasalahan .

Posting Komentar untuk "Bisikan demokrasi"