[Tanpa judul]
Tampan
memang menarik, tapi lebih menarik lagi yang beriman dan berilmu. Jika ada
pilihan lebih baik memilih yang mapan dan tampan atau yang beriman dan berilmu.
Maka pilihlah yang trahir, karna saat seorang laki-laki sudah mampu beriman dan
berilmu, krtampanan dan kemapanannya akan tercipta dengan sendirinya.
Tetapi
saat laki-laki hanya mapan dan tampan semata tanpa keimanan dan ilmu, maka dua
sifat yang menjadi kebanggaanmu tadi akan luntur termakan oleh lajunya waktu
yang terus bertambah, karena hanya keimanan dan ilmulah yang bisa membuat
laki-laki itu tampan sampai syurganya Allah kelak. Maka dari itu pilihlah ia
yang beriman dan berilmu, agar ia benar-benar bisa menjadi penyempurna agama
dan hidupmu.
Kalau
Cuma tampan semata tidak akan bisa membuatmu damai, jika ia tidak bisa menjaga
tanggung jawabnya dengan bijaksana. Karena ketampanan semata tidak akan
membuatnya terlihat gagah dan berderajat dimatamu bahkan dimata orang lain.
Karna Allah telah berfirman dalam kitabnya Al-qur’an akan mengangkat derajatnya
orang yang beriman dan berilmu.
Jika
ia tidak bisa bertanggung jawab atas semua kewajibannya dalam menjagamu,
mengajakmu, dan mengarahkanmu dalam kebaikan,
Tetapi
saat kamu memilih yang beriman dan berilmu, maka hidupmu pasti akan selalu
diliputi kebahagiaan, karna saat memilih kamu melibatkan melibatkan Allah, maka
sedah tentu Allah akan selalu melimpahkan kebahagiaan kepadamu melalui
rahmat-nya. Karna dengan keimanan dan ilmunya ia menjadi tampan dan mapan
dengan akhlaq yang dimilikinya, dan dengan bertambahnya waktu maka ketampanan
dan kemapanan itukan bertambah dengan sendirinya, maka sebab itulah jangan
terkecoh oleh penam[ilan dunia semata.
Kemapanan
adalah alasan yang kerap dikemukakan oleh orang tua atau wali kala menerima
atau menolak pinangan seorang laki-laki terhadap putrinya. Mereka berargumen,
kemapanan calon suami menjadi kunci utama dari kebahagiaan putrinya.
Rasulullah
pernah bersabda
“Apabila seseorang yang kalian
ridhoi agama dan akhlaknya dating kepada kalian untuk meminang wanita kalian,
maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila
kalian tidak melakukannya niscaya akan menjadi fitnah dibumi dan kerusakan
besar”
Kemudian
para sahabt bertaya kepada rasulullah. “wahai rasulullah, apakah kami tetap
menerimanya walaupun pada diri orang tersebut ada sesuatu yang tidak
menyenangkan kami…..?” rasulullah menjaewab menjawab pertanyaan ini dengan cara
mengulang hadis diatas tiga kali.
Ucapan
rasulullah dalam hadist diatas ditujukan kepada para wali, yakni bila seorang
laki-laki meminta kepada kalian agar menikahkannya dengan wanita yang yang
merupakan anak atau kerabat kalian, sementara lelaki tersebut kalian pandang
baik sisi agama dan pergaulannya, maka maka nikahkanlah dia dengan wanita
kalian. Bila kalian tidak menikahkan orang yang kalian ridhoi agama dan
akhlaknya tersebut dengan wanita kalian, mala lebih menyukai lelaki yang meminang wanita kalian adalah
orang yang punya kedudukan atau kalangan ningrat, memiliki ketampanan ataupum
kekayaan, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar.
Karna
bila kalian tidak mau menikahkan wanita kalian kecuali dengan lelaki yang
berharta atau punya kedudukan, bisa jadi banyak dari wanita kalian menjadi
perawan tua dan kalangan lelaki kalian memjadi bujang lapuk (lamaran selalu
ditolak karna tidak berharta dan tidak punya kedudukan. Akibatnya banyak orang
terfitnah untuk berbuat zina dan bisa jadi memberi cela kepada wali, hingga
berkorbanlah fitnah. Dampak yang timbul kemudian adalah terputusnya nasab,
sedikitnya kebaikan dan sedikit penjagaan terhadap kehormatan dan harga diri.
Awalnya dalam
memilih pasangan, biasanya dimulai dengan ada ketertarikan satu sama lain.
Namun, untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius diperlukan pertimbangan
yang matang layaknya kita memilih rekan bisnis.
Dalam memilih pasangan dalam islam tidak hanya
istri yang berhak memilih.Tapi, wanita juga di berikan anjuran agar memilih
istri yang terbaik, tentunya dalam islam.
By Kang Afif
sekian

Posting Komentar untuk " "