Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

[Tanpa judul]

 




Ikhtiar antara dua sajak
Oleh: Khozinul Asror S.H

            Tampan memang menarik, tapi lebih menarik lagi yang beriman dan berilmu. Jika ada pilihan lebih baik memilih yang mapan dan tampan atau yang beriman dan berilmu. Maka pilihlah yang trahir, karna saat seorang laki-laki sudah mampu beriman dan berilmu, krtampanan dan kemapanannya akan tercipta dengan sendirinya.

            Tetapi saat laki-laki hanya mapan dan tampan semata tanpa keimanan dan ilmu, maka dua sifat yang menjadi kebanggaanmu tadi akan luntur termakan oleh lajunya waktu yang terus bertambah, karena hanya keimanan dan ilmulah yang bisa membuat laki-laki itu tampan sampai syurganya Allah kelak. Maka dari itu pilihlah ia yang beriman dan berilmu, agar ia benar-benar bisa menjadi penyempurna agama dan hidupmu.

            Kalau Cuma tampan semata tidak akan bisa membuatmu damai, jika ia tidak bisa menjaga tanggung jawabnya dengan bijaksana. Karena ketampanan semata tidak akan membuatnya terlihat gagah dan berderajat dimatamu bahkan dimata orang lain. Karna Allah telah berfirman dalam kitabnya Al-qur’an akan mengangkat derajatnya orang yang beriman dan berilmu.

            Jika ia tidak bisa bertanggung jawab atas semua kewajibannya dalam menjagamu, mengajakmu, dan mengarahkanmu dalam kebaikan,

            Tetapi saat kamu memilih yang beriman dan berilmu, maka hidupmu pasti akan selalu diliputi kebahagiaan, karna saat memilih kamu melibatkan melibatkan Allah, maka sedah tentu Allah akan selalu melimpahkan kebahagiaan kepadamu melalui rahmat-nya. Karna dengan keimanan dan ilmunya ia menjadi tampan dan mapan dengan akhlaq yang dimilikinya, dan dengan bertambahnya waktu maka ketampanan dan kemapanan itukan bertambah dengan sendirinya, maka sebab itulah jangan terkecoh oleh penam[ilan dunia semata.

            Kemapanan adalah alasan yang kerap dikemukakan oleh orang tua atau wali kala menerima atau menolak pinangan seorang laki-laki terhadap putrinya. Mereka berargumen, kemapanan calon suami menjadi kunci utama dari kebahagiaan putrinya.

            Rasulullah pernah bersabda

“Apabila seseorang yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya dating kepada kalian untuk meminang wanita kalian, maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila kalian tidak melakukannya niscaya akan menjadi fitnah dibumi dan kerusakan besar”

            Kemudian para sahabt bertaya kepada rasulullah. “wahai rasulullah, apakah kami tetap menerimanya walaupun pada diri orang tersebut ada sesuatu yang tidak menyenangkan kami…..?” rasulullah menjaewab menjawab pertanyaan ini dengan cara mengulang hadis diatas tiga kali.

            Ucapan rasulullah dalam hadist diatas ditujukan kepada para wali, yakni bila seorang laki-laki meminta kepada kalian agar menikahkannya dengan wanita yang yang merupakan anak atau kerabat kalian, sementara lelaki tersebut kalian pandang baik sisi agama dan pergaulannya, maka maka nikahkanlah dia dengan wanita kalian. Bila kalian tidak menikahkan orang yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya tersebut dengan wanita kalian, mala lebih menyukai  lelaki yang meminang wanita kalian adalah orang yang punya kedudukan atau kalangan ningrat, memiliki ketampanan ataupum kekayaan, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar.

            Karna bila kalian tidak mau menikahkan wanita kalian kecuali dengan lelaki yang berharta atau punya kedudukan, bisa jadi banyak dari wanita kalian menjadi perawan tua dan kalangan lelaki kalian memjadi bujang lapuk (lamaran selalu ditolak karna tidak berharta dan tidak punya kedudukan. Akibatnya banyak orang terfitnah untuk berbuat zina dan bisa jadi memberi cela kepada wali, hingga berkorbanlah fitnah. Dampak yang timbul kemudian adalah terputusnya nasab, sedikitnya kebaikan dan sedikit penjagaan terhadap kehormatan dan harga diri.

Awalnya dalam memilih pasangan, biasanya dimulai dengan ada ketertarikan satu sama lain. Namun, untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius diperlukan pertimbangan yang matang layaknya kita memilih rekan bisnis.

 Dalam memilih pasangan dalam islam tidak hanya istri yang berhak memilih.Tapi, wanita juga di berikan anjuran agar memilih istri yang terbaik, tentunya dalam islam.

                                                     

 

 

By   Kang Afif

sekian

 

 

Posting Komentar untuk " "