Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bunga Terindah untuk Tuhan


 Bunga Terindah untuk Tuhan
 Oleh: Khozinul Asror S.H

Entah gunung, senja ataupun rangkaian kata memiliki keindahan yang tersendiri dihadapan insan penikmat senja. Angka, formula hingga Fenomena adalah keanggunan yang hanya bisa dilihat seorang ilmuwan. Namun apakah kalian tahu apa yang Tuhan anggap indah dan anggun? Apa itu seorang ahli ibadah? Tentu tidak, di Bab sebelumnya kalian tahu bagaimana Anggapan Allah terhadap Syekh Barshisha. Atau mungkin seorang yang memiliki ilmu yang tinggi? Pasti lah tidak, karena iblis memiliki ilmu yang lebih tinggi daripada Manusia pada umumnya. Kalian semua pasti bertanya-tanya , Namun untuk saat ini simpan dahulu dan pahami arti keindahan dan keanggunan dihadapan Allah setelah kalian membaca Bab ini.  

            Manusia dengan seluruh kesempurnaan didalamnya menjadikan manusia makhluk teristimewa di alam dunia. Namun karena keistimewaan tersebut justru malah membuat banyak manusia jatuh akan kebanggaan berlebih. Mereka  bangga berbuat apapun bahkan berbuat baik dengan terbesit rasa “Alhamdulillah, masih bisa berbuat baik daripada orang lain”. Atau mungkin dalam hati kalian penah terpintas “Naudzubillah hamba menjadi orang hina seperti mereka”. Ketahuilah justru perilaku tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak indah dihadapan Allah, karena dalam perilaku itu terbesit rasa takabbur.

            Dalam suatu hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah yang sanadnya dari Abu hurairah[1], berbunyi sebagai berikut:

  • حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ الْأَغَرِّ أَبِي مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي وَالْعَظَمَةُ إِزَارِي مَنْ نَازَعَنِي وَاحِدًا مِنْهُمَا أَلْقَيْتُهُ فِي جَهَنَّمَ

Sesungguhnya Allah SWT  berfirman ; “Kemuliaan adalah pakaian-Ku dan sombong adalah selendang-Ku. Barangsiapa yang mengambilnya dariku, Aku Adzab dia.” (HR. Ibnu Majah)

            Bagaimana mungkin seorang alim ulama dan ahli ibadah namun masih memliki hal seperti itu dikatakan anggun dihadapan Allah? Suatu sifat yang bahkan membuat Iblis terusir dari surga. Bahkan dikisahkan pada Suatu hari, Maulana Yazid didatangi oleh seorang muridnya dan murid tersebut tengah mengadu kepada Abu Yazid Al-Busthami, “Wahai Guru, sungguh aku telah menunaikan ibadah selama 30 tahun lamanya. Namun anehnya aku tak pernah merasakan kenikmatan ibadah seperti yang engkau ceritakan sebelumnya”.  

Tak lama kemudian Maulana Yazid Al Busthami menjawab pertanyaan murid beliau, “Walau seberapa dan sebanyak seperti apapun ibadahmu selama 300 tahun pun, engkau tidak akan mencapai satu biji pun dalam keilmuan ini”. Murid tersebut menjawab, “Mengapa bisa seperti itu? Wahai guruku?”.“Karena engkau telah tertutup oleh dirimu sendiri,” jawab Maulana Yazid Al-Busthami. “Lalu apakah yang harus aku lakukan agar hijab ini tersingkap?” timbal sang murid kepada Al Busthami berharap akan ada jawaban dari sang guru tersebut. “Perihal tersebut, ada obatnya, akan tetapi kau tidak akan mampu melaksanakanya”.

Setelah beberapa saat Berkata murid tersebut, “Tentu saja akan kulakukan”. Maulana Yazid Al-Busthami terdiam sejenak, “Baiklah kalau begitu, pergilah engkau ke tukang cukur, lalu cukurlah rambut dan jenggotmu, tanggalkan pakaianmu, pakailah baju yang lusuh dan compang – camping, gantungkan pada lehermu kantung berisi kacang, lalu pergilah kau ke pasar, kumpulkan sebanyak mungkin anak kecil di sana kemudian katakanlah kepadamu dengan selantang mungkin hai anak – anak barang siapa yang hendak melempariku satu kali maka akan kuberikan satu kantong kacang teruntuk kalian yang telah melempariku. Kemudian pergilah kamu ke tempat dimana jamaahmu mengagumimu,” jelas beliau.

Seperti ditampar petir murid tersebut, “Subhanallah, kau mengatakan ini kepadaku, bagaimana mungkin ini baik kepadaku untuk kukerjakan?”.Berkata Maulana Yazid, “Ucapan tasbihmu adalah bentuk ucapan syirik karena nampaknya engkau sedang memuji Allah padahal sebenarnya engkau sedang memuji dirimu sendiri”. ” Lalu adakah cara lain yang bisa aku lakukan selain hal tersebut?” sang murid tetap kekeuh dengan pendiriannya. “Sudah kuperingatkan sedari awal tadi bahwasanya kau tidak akan mampu mengerjakanya, karena pada dirimu sudahlah tertutupi dengan sifat sombong,” kata Maulana Yazid[2].

Dalam kisah diatas sangat membekas bagaiamana suatu sifat dapat memengaruhi ibadah seseorang. Salah satu dari berbagai macam hal yang dapat merusak keindahan suatu Makhluk lahir dan batin adalah karena sifat tersebut. Maulana Yazid Al Busthami berkata tentang hal itu:

“Seseorang yang didalam hatinya masih merasa lebih baik daripada orang lain adalah manusia yang masih memiliki kesombongan di hatinya”

Syekh Maulana Yazid Al Busthami

            Sungguh betapa pentingnya menjaga diri dari sifat sifat yang menjerumuskan ke jurang hina dihadapan Allah. Tak hanya sampai disitu indah atau tidaknya dihadapan Allah juga bergantung bagaiamana berinteraksi tidak hanya kepada Allah, namun juga kepada sesama manusia.

Pernahkah kalian sadari alasan mengapa setelah Sholat diakhiri dengan salam yang menoleh ke kanan dan ke kiri? Ada suatu alasan mengapa itu dilakukian. Hal itu memiliki arti dimana ketika manusia selesai dengan hal ibadah kita harus melanjutkan dengan menjaga Akhlak yang ada demi menjaga keindahan dan keanggunan dihadapan Allah dengan sesama makhluk-Nya (menoleh ke kanan dan ke kiri).

Dari sini sudah mulai terlihat apakah kunci menjadi bunga yang indah nan bagi Tuhan bukan? Itulah Akhlak, karena Akhlak dapat menjadikan kita buruk ataupun baik dihadapan Allah maupun Makhluk-Nya. Nabi Muhammad yang merupakan Nabi terakhir dan kekasih Allah yang mana dunia dan isinya diciptakan karena Nur Muhammad, itu diutus untuk menyempurnakan akhlak. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw secara tegas menegaskan:

إنّما بعثت لأتمّم مكارم الأخلاق

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia”. (HR Al-Bukhari)

 Merupakan suatu kesalahan fatal bila hanya mementingkan ibadah tanpa mengindahkan Akhlak. Karena justru islam adalah agama yang mengedapankan Akhlak. Islam datang dengan keadaan Asing (tidak dikenal) namun dapat menjadi agama yang memiliki banyak pengikut di dunia itu bukan karena ibadahnya. Jikalau memang islam diminati karena ibadahnya mengapa pada abad ke 15 masehi Ivan The Tsar dari Rusia malah bukan memilih islam menjadi agama resmi Negara pada saat pelantikannya? Justru malah Ivan The Tsar sangat mengagumi Islam namun karena aturan agama Islam yang melarang mabuk-mabukan dia malah urung dan memilih Kristen Ortodoks menjadi agama resminya.

Dengan ketatnya ajaran islam bukan tidak mungkin banyak orang tergiur akan kebebasan yang ditawarkan agama lain. Namun islam dengan daya tarik yang berbeda datang yaitu dengan keluhuran dan keagungan Akhlaknya. islam mampu untuk memberi jawaban akan kemanusiaan yang selama ini belum terjawab. Maka dari itu bukan berlebihan bila dikatakan Akhlak adalah kunci dalam memenangkan hati manusia.

Nabi Muhammad dan agama islam yang dibawanya datang bukan sebagai pencetus Akhlak yang baik. Karena manusia memiliki cetak biru untuk melakukan suatu perbuatan baik atau buruk. Agama hadir untuk membuat potensi tersebut menjadi lebih condong terhadap perilaku yang baik. Beliau hadir bukan sebagai Pioneer namun sebagai penegasan dan kesempurnaan akan bagaimana bentuk  dan wujud sesungguhnya dari Akhlak manusia yang baik

Karena dengan akhlak, manusia menilai bagaimana jati diri seseoang tersebut. dan dengan akhlak juga Allah menilai bagaimana manusia dihadapan-Nya. Bahkan sampai detik ini seseorang menilai suatu agama dari bagaimana akhlak pemeluk agama tersebut. Brand Ambassador dari agama adalah pemeluk agama itu sendiri, maka jadilah duta agama yang berperilaku baik bagi manusia dan juga berakhlak terhadap tuhannya. Itulah bunga terindah yang dapat  dipersembahkan pada Tuhan.

 

 

 

 



[1] Hadits No. 4164 dalam kitab sunan Ibnu Majah tentang Kesombongan

[2] Dikisahkan dalam Kitab al-Kawakibud Durriyyah yang dikarang oleh Al Munawi

Posting Komentar untuk " Bunga Terindah untuk Tuhan"